JURNAL KIMIA ORGANIK II (PEMBUATAN ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN))
JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH :
NUR KHALISHAH
(A1C118052)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSURIZAL.,M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN METEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul : Pembuatan Asam Asetil Salisilat (ASPIRIN)
II. Hari/tanggal :
III. Tujuan :
1. Dapat memahami cara pembuatan asam asetil salisilat dari bahan baku asam salisilat dan asam anhidrat
2. Dapat memahami cara pembuatan asam asetil salisilat dari bahan baku asam salisilat dan asam asetat anhidrat
IV. Landasan Teori
Asam salisilat ( o-hidroksil asam benzoat) merupakan
senyawa bifungsional yaitu gugus hidroksil dan gugus fungsi karboksil.
Dengan demikian asam salisilat dapat berfungsi sebagai fenol (hidroksi
benzena) dan juga berfungsi sebagai asam benzoat. Baik sebagai asam
maupun sebagai fenol asam salisilat juga mengalami reaksi esterifikasi.
Jika direaksikan dengan Hydra asam akan mengalami reaksi esterifikasi
yang menghasilkan asam asetil salisilat atau aspirin. Apabila asam
salisilat direaksikan dengan metanol juga mengalami reaksi esterifikasi
yang hasilnya berupa Ester metil salisilat. Metode yang digunakan dalam
praktikum ini yaitu metode TLC (Thin Layer Chromatografi) / kromatografi
lapis tipis (KLT) (Tim Kimia Organik,2016).
Menurut Nuraningsih (2007), ada beberapa sifat kimia
Yaitu:
1. Sukar larut dalam air, kelarutannya dalam air 10 mg/ml (20⁰C)
2. Larut dalam etanol
3. Larut dalam eter
4. Merupakan senyawa polar
Dalam industri reaksi asetilasi biasanya digunakan pada
pembuatan selulosa asetat dan pembuatan aspirin (asam asetil salisilat).
Agen asetilasi yang umum digunakan untuk industri adalah anhidrat
asetat karena lebih murah, tidak mudah dihidrolisis dan reaksinya tidak
berbahaya. Reaksi berkatalis asam menjadi suatu anhidrat dengan alkohol
atau fenol akan menghasilkan Ester reaksi ini menggunakan anhidrida
asetat yang tersedia secara komersial (Ganiswara,2011).
Asilasi aromatik secara umum berlangsung dengan bantuan
katalis asam dalam substitusi elektrofilik, substituen yang telah anda
dalam cincin mengarahkan elektrofilik yang akan masuk pada posisi
tertentu dan juga mempengaruhi laju reaksi subtitusi. Irmina telah
melakukan penelitian mengenai reaksi asilasi fenol dengan menggunakan
katalis homogen yaitu FeCl3, Al2O3, FeCl3/Al2O3) hasil penelitian
tersebut menyatakan bahwa produk asetofenon dan fenil etanoat dengan
meningkatkan produk asetofenon dari hasil asilasi (Retnoningrum,2014).
Aspirin adalah golongan obat anti inflamasi non-steroid
(OAINS, yang memiliki efek analgetik, anti pietik dan anti inflamasi
yang bekerja secara perifer. Simptomatis penyakit rematik (osteoatritis,
atritis gout) dalam menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri aspirin
merupakan obat yang paling sering dipakai karena diperkirakan lebih dari
30 juta orang di seluruh dunia mengonsumsi aspirin dalam sehari yang
disebut sebagai obat bebas. Obat ini bagaikan pedang yang bermata dua
selain memiliki efektivitas yang sudah Tidak diragukan lagi dalam
mengatasi rasa nyeri inflamasi dan menurunkan demam juga dapat
menimbulkan efek samping utama dan paling sering terjadi pada saluran
cerna berupa erosi, ulserasi, perfonasi sampau pendarahan yang
menyebabkan kematian (Sarianti,2018).
V. Alat dan Bahan
a. Alat
- Erlenmeyer 100ml
- Batang pengaduk
- Gelas kimia 500ml
- Pipet tetes
- Corong Buchner
- Plat TLC
b. Bahan
- Asam Salisilat kering 2,5 gram
- Anhidrat asetat 4ml
- Asam sulfat pekat 2 tetes
- Etanol-air 50%
- FeCl3
VI. Prosedur Kerja
Pembuatan Asam Asetil Salisilat (Aspirin)
1) Dimasukkan 2,5gr asam salisilat ,4 ml anhidrida asamasetat dan 2 tetes H2SO4 pekat pada labu erlenmeyer .
2) Diaduk,dan kemudian panaskan padapenangan air dengan suhu 50-60oC selama 15 menit .
3) Ditambahkan 50ml air dan dinginkan dalam ice bath. Kemudian saring Kristal yang terbentuk dan cuci dengan air dingin .
4) Rekristalisasi: masukkan
produk aspirin yang terbentuk dalam Erlenmeyer , ditambahkan 5ml
etanol-air 50% dan panaskan Erlenmeyer diatas hot plate sampai Kristal
melarut .
5) Jika tidaksemua kristalmelarut, ditambahkan sedikit etanol-air 50% dan tambahkan terus sampai kristaltepat larut .
6) Jika tetap masih ada residu ,saring larutan dalam keadaan panas menggunkan kertas saring .
7) Dinginkan filtrate, bila mulai terbentuk Kristal masukkan Erlenmeyer kedalam ice bath selama 15 menit .
8) Disaring Kristal yang terbentuk menggunakan pmpa isap, cuci dengan air dingin dan biarkan Kristal mongering .
9) Ditimbang produk yang telah kering , hitunglah % hasilnya dan perlihatkan pada dosen pembimbing.
Tentukan kemurniannya dengan TLC
a. Larutkan sedikit produk aspirin yang dihasilkan pada langkah 8 dengan menggunakan etanol-air 50%
b. Pada plat TLC yang telah
disiapkan, totolkan produk aspirin yang telah dilarutkan tersebut pada
garis batas (sebelah kanan) dan totolkan standar asam salisilat yang
telah disediakan (sebelah kiri)
c. Tuangkan 5 ml eluen (alcohol
95%) kedalam beker gelas 100ml, letakkan plat TLC tersebut (dalam posisi
berdiri) kedalamnya dan tutup dengan aluminuim foil
d. Hentikan proses elusi bila jarak eluen mencapai batas garis atas ujung plat TLC
e. Keringkan plat TLC tersebut dan serahkan ke dosen pembimbing dan identifikasi dengan menggunakan larutan FeCl3
f. Gambar dengan menggunakan pensil untukspot/noda yang didapat dan tentukan harga Rf-nya
Permasalahan :
1. Mengapa pada peoses pembuatan asam salisilat (aspirin) kita melakukannya dalam keadaan bebas air?
2. Pada saat semua bahan dimasukkan
kedalam plat , kemudian terakhir dimasukkan FeCl3. Apa yang terjadi pada
larutan tersebut dan apa kegunaan FeCl3 dalam praktikum ini ?
3. Pada pembuatan asam asetil salisilat reaksi apa yang terbentuk pada
proses pembuatannya dan dari reaksi tersebut apa yang akan dihasilkan?

Baiklah saya Nurhalimah (024) akan menjawab permasalahan no 1 Mengapa pada peoses pembuatan asam salisilat (aspirin) kita melakukannya dalam keadaan bebas air? Hal tersebut dikarenakan aspirin yang terkena air dapat berubah kembali menjadi asam asetat atau unhidra asetat atau terjadi reaksi yang nama nya reaksi reversible (produkpun bisa berubah kembali menjadi reaktan), selain itu dalam pencampuran asam salisilat dan anhidrida asetat serta H2SO4 erlenmeyer harus dalam keadaan kering sebab apabila basah maka akan gagal yang dicirikan dengan warna yang di peroleh yaitu hitam.
BalasHapusSaya Firda Oetary (A1C118021) akan menjawab permasalahan saudari no 2 .
BalasHapusReaksi yang terjadi pd larutan akan berwarna ungu .Fungsi dari FeCl3 itu untuk mengidentifikasi bahwa produk yang digunakan mengandung asam salisilat.karena asam salisilat mengandung gugus fenol.
Terima kasih
Saya Dewi Mariana Elisabeth Lubis (029) akan menjawab permasalahan nomor 3
BalasHapusReaksi yang terjadi ialah reaksi esterifikasi yang akan menghasilkan asam asetil salisilat atau biasa yang disebut aspirin
Terimakasih