Jurnal Praktikum Kimia Organik II (Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat)
JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH :
NUR KHALISHAH (A1C118052)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSURIZAL.,M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN METEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul : Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat
II. Hari, Tanggal : Rabu , Oktober 2020
III. Tujuan :
Adapun tujuan dari pratikum ini adalah :
1. Dapat memahami cara pembuatan asam oksalat dengan
zat organic yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasarnya
2. Dapat memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan oksidator kuat
3. Dapat mengetahui sifat-sifat asam oksalat dengan kegunaannya.
IV. Landasan Teori
Asam oksalat merupakan
asam dikarboksilat yang mempunyai berat molekul rendah berwujud padat dan
berwarna putih dengan titik leleh 166 derajat Celcius serta bentuk kristal nya
berwarna putih. Asam oksalat akan mengurai menjadi asam formiat dan
karbondioksida jika dipanaskan pada suhu diatas 175 derajat Celcius. Di
laboratorium asam oksalat biasa digunakan pada tritasi dalam kehidupan
sehari-hari digunakan sebagai titrator asam oksalat dibuat melalui reaksi
oksidasi dengan bahan baku berupa gula pasir dan oksidator asam kuat (Tim Kimia
Organik,2015).
Asam oksalat memiliki rumus kimia H2 C2 O4 dengan nama
sistematis asam etanadioat. Asam dikarboksilat yang paling sederhana ini
digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. Merupakan asam organik yang relatif kuat
10000 kali lebih kuat daripada asam asetat. Asam oksalat ada dua macam yaitu
asam oksalat anhidrat dan asam oksalat dihidrat. Asam oksalat dapat disiapkan
dengan cara mengoksidasi sukrosa menggunakan asam nitrat dengan adanya sejumlah
kecil pentoksida vanadium sebagai katalis. Padatan terhidrasi dapat mengalami
dehidrasi dengan panas atau dengan destilasi azeotrop. Asam oksalat anhidrat
anda sebagai dua polimorf, di salah satu ikatan hidrogen. Hasil Panda struktur
seperti rantai Sedang pada ikatan hidrogen dalam bentuk lain mendefinisikan
struktur lembaran karena bahan anhidrat bersifat asam dan hidrofilik digunakan
dalam esterifikasi (Gusnidar,2010).
Pada tahun 1776, asam oksalat di sintetis pertama
kali oleh sheele dengan mengoksidasi gula dan asam nitrat. Pada tahun 1784
dapat dibuktikan bahwa asam oksalat dapat dihasilkan dari garam yang terdapat
pada jenis tanaman sorrel. Asam oksalat dihasilkan dalam tubuh manusia pada
metabolisme asam glioksilat atau asam askorbat. Asam oksalat tidak metabolisme
tetapi di ekskresikan dalam urin. Asam ini dapat digunakan sebagai reagen
analitis dan sebagai reduktor. Pembuatan asam oksalat dapat dilakukan dengan
beberapa metode seperti peleburan selulosa dengan basa kuat, oksidasi dengan
asam kuat. Berikut jenis-jenis metode pembuatan asam oksalat:
1. Oksidasi karbohidrat
Asam oksalat diproduksi dengan mengoksidasi karbohidrat seperti glukosa,
sukrosa, stratch, dextrin dan selulosa menggunakan asam nitrat dengan katalis
vanadium pentoksida pada temperatur 63 sampai 85 derajat celcius.
2. Proses Etilen Glikol
Etilen glikol dioksidasi dalam campuran asam nitrat 20 sampai 25% dan 30 sampai
40% asam sulfat, menggunakan katalis 0,001 sampai 0,1% vanadium pentoksida pada
suhu 50 sampai 70 derajat Celcius menghasilkan 93% asam oksalat.
3. Proses Propilen
Pembuatan asam oksalat dengan oksidasi propilen menggunakan gas dari feed stock
pada operasi craking.
4. Proses Diakil Oksalat
Asam oksalat dihasilkan dengan menghidrolisiskan drester asam oksalat dengan
gas karbon monoksida dan menghasilkan alkohol sebagai produk samping.
5. Proses Peleburan Alkali
Pembuatan asam oksalat dengan proses peleburan alkali menggunakan bahan baku
yang mengandung selulosa tinggi yang kemudian dilebur dengan kalsium hidroksida
(Faisal,2015.Vol.21.No.23).
Menurut Kurniawan (2017), Asam oksalat dapat dibuat dengan
beberapa cara. Salah satunya adalah proses peleburan alkali. Tahap-tahap
pembuatan asam oksalat dengan proses peleburan alkali adalah sebagai berikut:
1. Tahap Peleburan
Pada tahap ini terjadi peleburan antara selulosa yang terkandung dalam
alang-alang dengan larutan NaOH.
(C6H10O5)n + 4n NaOH + 3n O2 → n(COONa)2 + n(CH3COONa) + n(HCOONa) + 5n H2O + n
CO2
2. Tahap Pengendapan dan Penyaringan
Filtrat yang didapat dari hasil peleburan ditambahkan CaCl2 untuk mendapatkan
endapat kalsium oksalat.
(COONa)2 + CaCl2 → (COO)2Ca
+ 2 NaCl
3. Tahap Pengasaman
Endapan yang terjadi diasamkan dengan asam sulfat.
(COO)2Ca + H2SO4 → (COOH)2 +
CaSO4
4. Tahap pengkristalan
Filtrat dipekatkan dengan pemanasan yang dilanjutkan dengan pendinginan
sehingga terbentuknya kristal asam oksalat kristal yang terbentuk ini dipisahkan
dengan proses penyaringan atau disebut filtrasi.
Menurut Iriany (2012) ada beberapa faktor yang dapat
berpengaruh terhadap pembuatan asam oksalat yaitu sebagai berikut:
1. Waktu Pemasakan
Waktu yang lama akan memperbesar kesempatan zat-zat pereaksi bersentuhan dan
mengakibatkan asam oksalat yang diperoleh relatif banyak. Tetapi waktu
pemasakan yang cukup lama akan menyebabkan hasil lanjut terhadap asam oksalat
yang dihasilkan.
2. Suhu
Suhu berpengaruh pada konstanta kecepatan reaksi. Jika suhu tinggi, konstanta
kecepatan reaksi semakin besar sehingga reaksi semakin cepat. Tetapi suhu yang
terlalu tinggi akan menguraikan asam oksalat.
3. Volume Pelarut
Volume pelarut yang semakin banyak akan memperluas gerakan molekul-molekul yang
ada sehingga hasil yang diharapkan semakin banyak. Tetapi volume pelarut yang
terlalu banyak akan mengurangi hasil yang diinginkan, karena asam oksalat akan
terurai lebih lanjut menjadi CO2 dan H2O.
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
a) Labu dasar datar 750 ml
b) Corong Buncher
c) Corong gelas
d) Gelas piala 500 ml
e) Kasa, kaki tiga Bunsen
f) Penangas
g) Gelas ukur
h) Thermometer
i) Pengaduk
5.2 Bahan
a) Gula pasir 200gr
b) Asam Nitrat Pekat 100 ml
c) Etanol
VI. Prosedur Kerja
Adapun langkah kerja pada percobaan kali ini, yaitu:
1.Dimasukkan 20gr gula pasir ke dalam labu dasar datar berukuran 750 ml
2.Ditambahakan dengan 100 ml asam nitrat pekat
3.Dipanaskan di atas penagas air perlahan-lahan sampai mendidih
4.Bila sudah timbul uap coklat NO2,Diangkat labu datar.
5.Dipindahkan ke atas balok kayu untuk melanjutkan reaksi tanpa pemanasan(dibiarkan selama 15 menit)
6.Dituangkan hasil reaksi kedalam gelas piala 50 ml
7.Dicuci labu dengan 20ml air dingin dan air cucian.
8.Dimasukkan ke dalam gelas piala yang lain
9.Ditambahkan 20 ml asam nitrat pekat
10.Diuapkan di atas penangas air sehingga volume cairan 20 ml.
11.Ditambahkan 40 ml air ke dalam larutan yang tinggal 20 ml
12.Kemudian diuapkan lagi sampai volume tinggal 20 ml
13.Dinginkan larutan ini dalam air es(kristal asam oksalat segera terbentuk)
14.Disaring Kristal asam oksalat yang terbentuk ini dengan corong buncher
15.Kemudian direkristalisasi asam oksalat yang diperoleh dengan melarutkannya dalam air panas
16.Dinginkan untuk mendapat Kristal yang lebih murni
17.Disaring, keringkan dan periksa titik lelehnya. Titik leleh asam oksalat murni ……. oC (bila belum murni, maka murnikan lagi Kristal asam oksalat ini dengan rekristalisasi kembali dalam air panas).
Pertanyaan yang berdasarkan video tersebut:
1. Setelah pemanasan campuran asam nitrat dengan gula ditambahkanlah air
aquades yang mengakibatkan perubahan warna dari coklat ke bening, mengapa hal
ini terjadi ?
2. Bagaimana cara menanggulagi dengan cepat apabila ada yang keracunan dari
asam oksalat?
3. Dari video diatas reaksi yang terjadi antara gula dan asam nitrat berlangsung lambat. Jika mengikuti prosedur pengerjaan berapa lama kah waktu yg digunakan agar dapat menghasilkan reaksi antara gula dan asam nitrat dan apakah yang akan terjadi jika campuran tersebut berekasi melebihi batas waktu yang ditentukan?

Saya akan menjawab permasalahan lisa nomor 1
BalasHapusSetelah reaksi oksidasi berakhir, campuran sukrosa dengan asam nitrat pekat yang ditambahkan air dingin akan berubah warna menjadi bening, hal ini disebabkan karena pada suhu dingin molekul molekul asam oksalat yang terlarut akan beragregasi untuk membentuk kristal asam oksalat dengan ukuran lebih kasar
Saya akan menjawab permasalahan lisa no 2. dimana jika terhirup kita segera pergi mencari udara segar, jika tidak bernapas berikan pernapasan buatan. Sedangkan jika keracunan terelan di usahakan jangan muntah kecuali diarahkan medis, jangan berikan apapun melalui mulut kepada orang, dan longgarkan pakaian ketat.
BalasHapusSaya Dewi Mariana Elisabeth Lubis Nim 029 ingin menjawab permasalahan saudari no 3
BalasHapusWaktu yang diperlukan agar terjadinya reaksi antara asam nitrat dan gula adalah 10 menit. Dan yang terjadi jika batas waktu tersebut terlewati adalah asap akan perlahan menghilang dan terjadi perubahan warna larutan dari cokelat kemerahan menjadi warna kekuningan.
Terimakasih