Laporan Percobaan 04 "Pembuatan Senyawa Organik Ester Metil Salisilat (Minyak Gandapura)"

 LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II














DISUSUN OLEH:
NUR KHALISHAH
(A1C118052)








DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.












PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020

 

VII.    Data Pengamatan

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL PENGAMATAN

Ditambahkan 5 gr asam salisilat+ 20 ml metanol + 2ml asam sulfat lalu digoncang

Penambahan asam sulfat sebagai katalis untuk mempercepat reaksi pembentukan metil salisilat

Larutan berwarna kuning pucat sedikit keruh  berubah menjadi jingga bening

Direfluks selama 30 menit di water bath, dan didinginkan sampai mencapai suhu ruangan

Untuk mereaksikan dengan sempurna sehingga menghasilkan campuran kesetimbangan

 

Larutan tidak berubah warna

Larutan tadi dimasukkan kedalam gelas piala yang berisi 30ml aquades

Untuk menetralkan asam sulfat

Larutan berwarna putih susu dan terdapat endapan berwarna jingga dibawahnya

Ditambahkan 2 M NaOH setetes demi setetes, lalu di aduk

Untuk menetralkan larutan

Lama-kelamaan larutan menjadi kuning bening dan terdapat endapan berwarna kuning

Lalu diuji dengan kertas lakmus biru

Untuk menguji bahwa larutan tersebut bersifat asam

Kertas lakmus biru menjadi warna merah

Dimasukkan 10 ml DMC (dimetil klorida)

Untuk mengikat air yang ada didalam metil salisilat

Larutan tidak berubah warna

Dipisahkan larutan tadi menggunakan corong pisah

Untuk pemisahan larutan

Larutan berpisah

Atas : berwarna kuning pekat

Bawah : berwarna kuning pucat sedikit keruh

Ditambahkan natrium sulfat lalu digoncang

Untuk nenetralkan metil salisilat dan menghilangkan air dalam pelarut

Larutan berubah menjadi bening

Diuapkan larutan tersebut

Untuk mendapatkan metil salisilat murni

Didapatkan 1 ml metil salisilat

 

VIII.    Pembahasan
     
    Pada praktikum kali ini percobaan yang diamati adalah membuat senyawa organik Ester metil salisilat atau minyak Gandapura di mana kita menggunakan asam salisilat dan metanol sebagai bahan dasar dan asam sulfat pekat sebagai katalisatornya. Reaksi yang terjadi disini itu reaksi esterifikasi yang mana reaksi ini adalah reaksi reversible oleh sebab itu campuran reaksi ini adalah campuran kesetimbangan dan pereaksi dan hasil reaksinya untuk membuat reaksi ini berguna untuk  sintesis Ester.
 
    Langkah pertama  yang dilakukan yakni masukkan 5 gr asam salisilat, 20 ml methanol dan 2 ml asam sulfat pekat, lalu kocok. Kita lengkapi labu dengan pendingin air, refluks selama 30 menit, biarkan campuran menjadi dingin,rubah posisi pendingin tegak menjadi miring untuk mendestilasi sisa methanol dan memanaskan diatas penangas air. Setelah methanol habis terdestilasi, lalu biarkan dingin. Kemudian isi labu, tuangkan kedalam corong pisah, dicampur dengan 30ml air kocok kuat-kuat, agar terbentuk 2 lapisan zat cair.pisahkan lapisan natrium salisilat yang terbentuk dan air yang tersisa,sehingga yang tersisa hanya metil slisilat, natrium salisilat tebentuk dari hasil reaksi antara natrium bikarbonat dan salisilat yang berfungsi untuk menarik sisa air yang terdapat pada sample.
 
    Kita tambahkan batu didih kedalam labu alas bulat untuk mencegah letupan pada proses pemanasan. Sedangkan dengan adanya kita tutup celah kondensor dengan aluminium foil berfungsi untuk mencegah pelepasan uap selama proses pemanasan dan juga untuk mengetahui aroma dari metill salisilat yang terbentuk.

    Alirkan lapisan ester (lapisan bawah) kedalam Erlenmeyer, sampai bebas asam tambahkan larutan Natrium Sulfat sampai bebas asam tambah anhidrida magnesium sulfat untuk mengeringkan ester salisilat selama 30menit, saring dan filtratnya langsung ditampung dalam labu destilasi, kemudian destilasi diatas penangas air. Sedangkan Natrium Sulfat nya itu sendiri untuk menarik zat pengotor dan dimaksudkan untuk menetralkan kelebihan asam ataupun sisa asam setelah reaksi berlangsung.

    Setelah larutan di destilasi maka akan tercium bau khas seperti balsam, maka saat itu kita catat suhu pada waktu destilat ditampung dan terbentuk minyak gandapura. Tetapi jika suhu masih jauh dibawa titik didih metil salsilat 115℃ kita murnikan kembali pada metli salisilat yang ditampung dengan mendestilasi lagi, kemudian periksa indeks bias metil salisilat yang murni ini. 
 
IX. Pertanyaan pasca praktek
 
1. Mengapa setelah di lakukan uji dengan kertas lakmus masih perlu dilakukan berbagai perlakuan lagi ? 
2. pada berbagai percobaan yang sama namun yang digunakan itu zat natrium bikarbonat dan pada percobaan di link yang kami pakai munggunakan natrium sulfat nah apakah ada pengaruhnya untuk hasilnya ?
3.  Mengapa penutupan pada bagian celah kondensor perlu dilakukan pada praktikum kali ini?
 
X. Kesimpulan
1)     1.  Reaksi esterifikasi adalah reaksi yang mereaksikan sebuah devirat asam karboksilat (asam salisilat) dan alcohol primer (methanol) pada suasana asam dengan katalis H2SO4 dengan suhu yang tinggi untuk menghasilkan senyawa utama berupa ester dan produk samping berupa air
2)    2.  Metil salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan methanol dengan bantuan H2SO4 pekat berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi
 
 
XI. Daftar Pustaka
 
Chang, Raymond.2012. Kimia Dasar I. Jakarta: Erlangga
Priyono, K. 2015. Optimasi Produk Goultherin dari Gandapura dengan Teknologi Mixed. Driying   Extraction. Jurnal Teknik Industri. Vol.15.No.2. Fakultas Teknik UNDIP.
Rinda, S. 2015. Sintesis salisilat dari komponen utama minyak Gandapura. Kimia Student Journal. Vol.1. No.1. Malang: Universitas Brawijaya.
Tim Kimia Organik II. 2019. Penuntun Pratikum Kimia Organik II. Jambi: Universitas Jambi.
Wahyu,D. 2016. Uji Analgesik asam 2(-3-klorometil)  Benzoiloksi) Benzoat dan Asam 2(-4-Klorometil) Benzoiloksi) Benzoat pada Tikus Jantan dengan Metode Plunaritas. Jurnal Ilmu Dasar. Vol.17. No.1.


Komentar

  1. saay erma johar akan menjawab nomor 3. penutupan kondensor agar uap-uap tidak dapat keluar agar pemurnian nya didapatkan hasil yang murni. karena apabila uap atau senyawa keluar maka dapat membahayakan si praktikan

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Baiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.1

    Pengujian kertas lakmus pada percoban ini bertujuan untuk mengetahui bahwa larutan sudah dalam kondisi asam. Namun disini kita perlu melakukan perlakuan berikutnya untuk mendapatkan larutan Ester metil salisilat yang merupakan tujuan dalam percobaan ini. Jika larutan sudah dalam keadaan asam maka larutan dapat dipisahkan dengan menambahkan natrium sulfat agar larutan bebas asam atau sebagai penetral agar air tidak ikut bercampur pada larutan Ester metil salisilat yang mau dipisahkan, sehingga akan didapatkan larutan Ester metil salisilat.

    BalasHapus
  5. baiklah saya dewi mariana elisabeth (029) akan menjawab pertanyaan no 2. Menurut saya natrium bikarbonat yang digunakan pada percobaan ini bukan digantikan oleh natrium sulfat yang mana natrium sulfat ini digunakan untuk menetralkan metil salisilat dan menghilangkan air dalam pelarut. Sedangkan natrium bikarbonat ini digunakan bukan untuk menetralkan metil salisatnya karena kandungan kedua senyawa ini berbeda.
    terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Percobaan XI : Uji Karbohidrat

JURNAL PERCOBAAN X : ISOLASI SENYAWA P-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR (KAEMFERIAN GALAGAL L)