Laporan Percobaan 05 "Pembuatan Asam Benzoat dan Benzil Alkohol"
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
(A1C118052)
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
24 gr Kalium Permanganat + 200 ml aquades kedaam 250 ml Labu Erlenmeyer |
Penambahan Kalium Permanganat sebagai katalisator |
- |
|
2 |
Kocok labu dengan kuat |
Untuk melarutkan Kalium Permanganat |
Larutan berwarna ungu pekat (ungu kehitaman) |
|
3 |
Larutkan 20 gr Natrium Karbonat + 200 ml air didalam 250 ml gelas kimia. Lalu diaduk |
|
Larutan berwarna putih susu |
|
4 |
Masukkan 20 gr benzaldehid kedalam 500 ml labu alas bulat + Larutan Natrium Karbonat (200 ml) yang telah diencerkan pada perlakuan 3 |
|
Adanya perubahan warna menjadi agak bening dan timbulnya sedikit minyak diatas permukaan larutan |
|
5 |
Dilakukan refluks selama 15-20 menit |
Untuk menyempurnakan reaksi |
Terdapat larutan berwarna coklat |
|
6 |
Pada proses refluks, setelah 2-3 menit dimasukkan Kalium Permanganat dari atas kondensor secara perlahan |
Penambahan Kalium Permanganat sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi |
Adanya perubahan warna dari merah bata menjadi warna coklat Dan terdapat endapan serta katalisnya KmnO4 mengalami oksidasi dengan bantuan media alkali natrium karbonat |
|
7 |
Didinginkan dan disaring menggunakan kertas saring |
Untuk menyaring larutan dan mendapatkan filtrat |
Filtrat asam benzoat berwarna ungu pekat |
|
8 |
Penambahan Kalium Metabisulfit kedalam Filtrat asam benzoat secara perlahan |
Untuk menjenuhkan larutan |
Adanya perubahan larutan dari ungu pekat menjadi bening |
|
9 |
Ditambahkan 3M HCl 200 ml |
Untuk mengendapkan asam benzoat |
Adanya busa berwarna putih |
|
10 |
Dicuci endapan dengan air suling dingin |
Mempermudah proses pengeluaran busa asam benzoat |
- |
|
11 |
Setelah itu, disaring endapan dan dicuci kembali dengan air suling dan dilakukan beberapa kali |
|
Terdapat endapan kasar asam benzoat |
|
12 |
Asam benzoat dimasukkan kedalam air mendidih |
Untuk pemurnian asam benzoat |
|
|
13 |
Didinginkan |
Untuk pembentukan kristal asam benzoat |
Terbentuk kristal putih seperti jarum seberat 17 gram |
VIII. PERHITUNGAN
IX. PEMBAHASAN
Asam benzoat merupakan senyawa
organic yang memiliki warna putih dan berwujud padat, serta memiliki bau yang
sangat menyengat apabila terhidup. Titik leleh asam benzoate yaitu 122-1230C. Percobaan mengenai sintesis senyawa organik asam benzoat dan benzil
alkohol merupakan proses reaksi canizzaro, dimana pada reaksi ini menggunakan
benzaldehid sebahgai bahan utamanya dan sebagai katalis untuk mempercepat
reaksi nya digunakan kalium hidroksida. Reaksi canizzaro ini juga dapat
diartikan sebagai reaksi disproposionasi aldehida menjadi asam karboksilatdan
alcohol primer pada suasana basa. Reaksi redoks pada reaksi disproposionai ini
berlangsung secara bersamaan di reaksi kimia dan senyawa yang sama. Terdapat
pengecualian bahwa reaksi canizzaro hanya dapat terjadi pada senyawa tipe
aldehid yang tidak memiliki gugus α-hidrogen. Sedangkan untuk senyawa yang
memiliki gugus α-hidrogen cenderung terjadi reaksi kondensasi aldol.
Asam benzoate sendiri didefinisikan sebagai senyawa organic
yang memiliki fasa patdat pada temperature ruang, berbentuk Kristal berwarna
putih dengan bau yang sangat menyengat, dengan titik leleh 122-123℃ dan
kristalnya berbentuk monoklin. Dalam kehidupan sehari-hari banyak digunakan
sebagai bahan pengawet makanan dan bahan obat-obatan. Benzyl alcohol pada suhu
kamar berwujud cair dan tidak berbau. benzaldehid tidak nmemiliki gugus
hydrogen alfa sehingga aldehid dapat me;lakukan mekanisme reraksi canizzaro
atau yang dikenal sebagai rekasi disproposionasi.
Pada prosedur permulaaan, pertama, 24 gr kalium hidroksi padat direaksikan
dengan 200 ml air dalam sebuah Erlenmeyer. Dan kemudian direaksikan lagi dengan
25 gr benzaldehid. Kemudian campuran ini didiamkan selama 1 jam serta campuran
ini ditutup rapat. Pembuatan ini berlangsung secara endoterm karena ada panas
yang dihasilkan saat proses pencampuran. Kemudian dilarutkan endapan kalium
benzoate dengan kira-kira 110ml air aquades. Campuran ini kemudian dipindahkan
larutan kedalam corong pisah, kemudian dilakukan ekstraksi tiga kali.
Ekstraksi ini dilakukan dengan 30ml eter. Kocok kuat-kuat, diamkan sebentar hingga terjadi dua lapisan cairan,yaitu lapisan larutan dalam eter dan lapisa larutan dalam air. Pisahkan kedua lapisan tadi, kemudian dikerjakan tiap-tiap lapisan tadi melalui proses tertentu Ekstraksi dari larutan dalam eter (lapisan atas) dimasukkan kedalam labu destilasi,untuk mamisahkan eternya dengan jalan destilasi, sampai volumenya 300ml diinginkan sisa destilasi ini dan kocok beberapa kali masing-masing dengan menambahkan 5ml larutan jenuh natrium bisulfit, untuk mengusir sisa benzaldehid yang masih ada. Warna menjadi coklat tua dan keruh , saat ditambahkan natrium bisulfit warna kembali pucat dan terbentuk 2 lapisan. Lalu, cuci dengan 10ml larutan natrium karbonat (10%), kemudian dikeringkan dengan menambahkan 5gr anhidrida magnesium sulfat. Saring dan destilasinya langsung ditampung dalam labu destilasi, Muncul endapan berwarna putih susu dan timbul panas. emdapan berwarna putih ini adalah Kristal dari asam benzoate. Kemudian , larutan dalam air yang disimpan (lapisan bawah) yaitu kalium benzoate kedalam satu campuran 200 ml asam klorida pekat dan ditambah 100 gr es. Fungsi penambahan HCL ini untuk mengikat ion kalium dari garam kalium benzoat sehingga terbentuk asam benzoate dalam suasana asam. Dan fungsi air es ini untuk menjaga reaksi dalam keadaan endoterm sehingga terbentuk endapan asam benzoate. Endapan asam benzoate yang di dapat kemudian disaring dan di keringkan dengan cara duapakan sehingga diperoleh Kristal asam benzoate kering sebagai salah satu hasil akhir dari praktikum kali ini .
X. KESIMPULAN
- Benzaldehid merupakan suatu senyawa aldehid yang mempunyai gugus karbonil yang dapat mengalami reaksi adisi nukleofilik dimana ion karbon dapat dihasilkan dari senyawa aldehid yang memiliki H alfa dengan basa kuat
- Reaksi yang terjadi adalah
reaksi cannizarro dimana aldehid yang tidak memiliki hydrogen alfa
bereaksi dengan basa kuat mengalami oksidasi dan reduksi serentak atau
diproposikan menjadi asam benzoate atau benzyl alkohol XI. Pertanyaan Pasca Praktikum
1. Mengapa pada tahap akhir dari pembuatan asam benzoate ini kita memasukkan kedalamnya es batu ?2. Mengapa sebelum diproses lebih lanjut, pada larutan benzyl alcohol dalam eter harus ditambahkannya natrium bisulfit ?3. Mengapa pada percobaan ini pada saat proses pengocokan kita harus membuka tutupnya sesekali ?XII. DAFTAR PUSTAKA
Donald, 2004. Introduction to Organic Laboratory Techniques : A small Approach. UK : Thomson Brook
Rustaman. 2018. Uji Fotokatalis Reduksi Benzaldehida menggunakan Titanium Dioksida Hasil Sintesis : Journal of Science Education Vol : 2. No: 2
Smith. 2011. Organic Chemistry : Moana University of Itawari
Sunarto. 2015. Optimasi Waktu Reaksi dan Konsentrasi Ion Hidroksida Pada Sintesis Flavonoid menggunakan Benzaldehida dan Turunannya : Indo Journal Chem Vol. 5 No.2
Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II. 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi




Baiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab per masalahan no 3 Mengapa pada percobaan ini pada saat proses pengocokan kita harus membuka tutupnya sesekali ? Menurut saya agar udaranya keluar karena apa bila kita tidak membuaka tutupnya sesekali maka tutupnya akan mudah mengenai kita sebagai praktikan.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSaya bernama sandi A1C118041ingin menjawab permasalahan nomor 1.itu dilakukan karena agar terjadi reaksi cepatnya dingin pada hasil tersebut
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah, saya Wafiqah Alvia (A1C118047) akan menjawab permasalahan no. 2 sebelum diproses lebih lanjut, pada larutan benzyl alcohol dalam eter harus ditambahkannya natrium bisulfit,
BalasHapusMenurut saya agar benzaldehide yang ada hilang dari larutan tersebut atau bisa dibilang sebagai pengusir sisa-sisa benzaldehide yang masih ada.