Laporan Praktikum Kimia Organik II : Percobaan VIII ( Isolasi senyawa bahan alam (steroid dan terpenoid)

 

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II


DISUSUN OLEH :

NUR KHALISHAH (A1C118052)

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal., M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

VII. Data Pengamatan

No

Perlakuan

Tujuan Pengamatan

Hasil Pengamatan

1.

Ditimbang 20 gr alga merah dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer + 100 mL methanol dan dimaserasi selama 24 jam

Untuk memulai menunjukkan senyawa steroid

Ekstrak etanol larut dalam metano Larutan berwarna hijau pekat

2.

Dikumpulkan filtrate dalam labu alas bulat dan Ekstrak methanol dipekatkan dengan alat rotary vaporator evaporator dilakukan pada suhu 35oC .

memisahkan pelarut dngan ekstrak alga merah

Larutan berwarna hijau bening

3.

 Dihidrolisis dengan menambahkan 10mL HCl 2 M dan distirer selama 1 jam

untuk memutus ikatan glikosida glycans dan ugly cones

Larutan hujau keruh

 

4.

Hasil hidrolisis yang diperoleh ditambahkan natrium bikarbonat (NaHCO3) hingga pH netral

Untuk menghentikan reaksi hidrolisis

 

Larutan mengental dan memadat hijau pekat

 

5.

Dilakukan ekstraksi cair-cair yaitu partisi dengan 10 mL N-heksan.Selanjutnya ekstrak ditambahkan 10 mL etil asetat dan 10 mL kloroform kemudian diekstraksi

 

Partisi separasi untuk memisahkan senyawa steroid nonpolar dari senyawa polar lain

 

Larutan terbagi menjadi dua

Atas : bening putih

Bawah : kuning dan bercampur oren gelap

Sebagiankecil 0,3 untuk 6 gram didapat dengan rendemen 78,13%

 

6.

Ekstrak 1mg dengan reagen birch Lieberman (setengah mL asam asetat anhidrat dan 1-2 mL H2SO4 pekat

 

Untuk menunjukkan adanya senyawa steroid

 

Hasil positif pada seroid mucul Warna hijau.

 

 

VIII. Pembahasan 

 Steroid merupakan terpenoid lipid yang dikenal dengan empat cincin kerangka dasar karbon yang menyatu. Struktur senyawanya pun cukup beragam. Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya gugus fungsi teroksidasi yang terikat pada cincin dan terjadinya oksidasi cincin karbonya. Steroid berperan penting bagi tubuh dalam menjaga keseimbangan garam, mengendalikan metabolisme dan meningkatkan fungsi organ seksual serta perbedaan fungsi biologis lainnya antara jenis kelamin. 

Pada praktikum kali ini yang pertama kali dilakukan yakni menimbang 20 gr alga merah dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer + 100 mL methanol dan dimaserasi selama 24 jam hal ini bertujuan untuk memulai menunjukkan senyawa steroid. Terlihat pada erlenmeyer larutan berwarna hijau pekat itu merupakan ekstrak etanol larut dalam methanol . Setelah itu dikumpulkan filtrat dalam labu alas bulat dan ekstrak methanol dipekatkan dengan alat rotary evaporator dilakukan pada suhu 35 ° C Hal ini bertujuan untuk memisahkan pelarut dengan ekstrak agak merah dan didapatlah larutan berubah warna menjadi hijau bening selanjutnya larutan yang tadi di hidrolisis dengan menambahkan 10 ml HCL 2M dan distirer selama 1 jam hal ini bertujuan untuk memutus ikatan glikosida glycans dan ugly cones dan hasil dari di lakukan hidrolisis ini laurtan berubah menjadi hijau keruh .

Hasil dari hidrolisis yang telah di peroleh tadi di tambahkan dengan Natrium bikarbonat (NaHCO3) hngga pH menjadi netral perlakuan ini bertujuan untuk menghentikan reaksi hidrolisis hasil yang di dapatkan dari penghentian hidrolisis ini larutan berubah menjadi agak mengental dan memadat berwarna hijau pekat . Perlakuan selanjutnya dilakukan ekstraksi cair-cair yaitu partisi dengan 10 mL N-heksan.Selanjutnya ekstrak ditambahkan 10 mL etil asetat dan 10 mL kloroform kemudian diekstraksi tujuan dilakukan ekstraksi cair-cair pada praktikum kali ini yaitu untuk memisahkan senyawa steroid nonpolar dari senyawa polar lain. Terlihat bahwa larutan terbagi menjadi dua bagian yang mana pada baguan atas larutan berubah menjadi bening tanpa warna (putih) sedangkan bagian bawah berwarna kuning dan bercampur orange gelap . Dimana setelah di hitung sebagian kecil 0,3 untuk 6 gram di dapat dengan rendemen nya sebesar 78,13% . Tahap terakhir di ekstrak 1 mg dengan reagen birch Lirberman (setengah ml asam asetat anhidrat dan 1-2 ml H2SO4 pekat ) hal ini bertujuaan untuk menentukan ada atau tidak nya senyawa steroid dan setelah di lakukan pengidentifikasian di dapatkan lah hasil positif pada steroid yang ditunjukan dengan warna hijau.

IX. Pertanyaan Pasca

1. pada percobaan dari sumber yang saya dapatkan larutan dilakukan hidrolisis sementara pada link yang lain tdai di lakukan hidrolisis , apakah pengaruh hidrolisis terhadap praktikum kali ini ?

2. apa yang akan terjadi jika  proses hidrolisis tidak di hentikan dengan zat tertentu ?

3. mengapa ketika zat dimasukkan di rotary evaporator suhu nya hanya
35 ° C ?

X. Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa : 
  1. Teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya pada steroid dan terpenoid yaitu elektron. Ekstraksi yang dipakai adalah serasi yang mana merupakan gerak dan sampel padat dalam kurung simplisia dengan menggunakan pelarut metanol
  2. Sifat fisik dari steroid dan terpenoid dapat dilihat dari terjadinya oksidasi, warna berubah gelap, mempunyai bau yang khas, indeks batas tinggi bersifat optik aktif, karena lebih kerapatan lebih rendah daripada air. Sifat kimianya adalah senyawa yang tak jenuh dan berbentuk spiral.

XI. Daftar Pustaka

Bhawani,  S.A.,  Sulaiman,  O.,  Hashim,  R., dan Ibrahim,     M.N.M.,     2011, Thinlayer chromatographic analysis of steroids., Trop J Pharm Res., 9, 301-313.

Samejo,  M,Q.,  Memon,  S.,  Bhanger,  M.I., dan  Khan,  K.  M.,  2013, Isolation and   characterization   of   steroids from  Calligonum  polygonoides., J. Pharmacy Res., 6, 346-349.

Rumondang,  M.,  D.  Kusrini,  dan  E.  Fachriyah. 2013. Isolasi, Identifikasi, Dan Uji Antibakteri    Senyawa    Triterpenoid    Dari Ekstrak n-Heksana    Daun Tempuyung (Sonchus  arvensisL.). Chem  Info.1:156-164

Tim Penuntun Kimia Organik II.2019. Penuntun Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi


Komentar

  1. Baiklah saya Khusnul Khotimah (039) akan mencoba menjawab permasalahan no.2
    Adapun proses hidrolisis sendiri ialah suatu reaksi kimia yang dipakai untuk menetralkan suatu campuran asam dan basa yang menghasilkan air dan garam. Sehingga jika proses hidrolisis tidak dihentikan dengan zat tertentu maka reaksi tidak akan berjalan sempurna sehingga tidak bisa dilanjutkan keproses selanjutnya yakni proses ekstraksi. Terimakasih :)

    BalasHapus
  2. saya akan mencoba menjawab permasalahn no 3, dimana dilakukan rotary evaporator dengan suhu 35 celcius untuk melakukan penguapan pada pelarut yang digunakan pada proses ekstraksi pada awal proses ekstraksi sample, sehingga suhu harus disesuaikan dengan apa yang ingin dilakukan agar tidak merusah senyawa yang ingin didapatkan. terimakasih

    BalasHapus
  3. Baiklah, saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no 1. Jadi pengaruh nya apabila tidak dilakukan hidrolisis. Adapun proses hidrolisis sendiri ialah suatu reaksi kimia yang dipakai untuk menetralkan suatu campuran asam dan basa yang menghasilkan air dan garam. Apabila proses hidrolisis tidak dilakukan maka reaksi tidak akan berjalan sempurna. Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Percobaan XI : Uji Karbohidrat

JURNAL PERCOBAAN X : ISOLASI SENYAWA P-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR (KAEMFERIAN GALAGAL L)