Laporan Praktikum Kimia Organik II : Percobaan X ( Isolasi senyawa bahan alam ( Flavonoid )

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II


DISUSUN OLEH :

NUR KHALISHAH (A1C118052)

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal., M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

VII.    DATA PENGAMATAN
 

NO

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL PENGAMATAN

1.

Ditimbang serbuk kunyit sebanyak 5 gram

Untuk mendapatkan massa yang diinginkan

5 gr Serbuk kunyit berwarna kuning

2.

Dibungkus menggunakan kertas saring 10 x 10 cm dan diikat dengan benang

Berfungsi sebagai penarikan komponen

-

3.

Dimasukkan dalam ekstraktor soklet

-

-

4.

Disiapkan dengan memasukkan 150 ml etanol kedalam gelas beker lalu ditutup rapat

Fungsi ditutup dengan rapat agar etanol tidak menguap

Larutan etanol berwarna bening

5.

Dioleskan vaselin pada setiap sambungan alat soklet

Agar sambungan soklet itu rapat supaya tidak ada udara yang masuk

Sambungan soklet terpasang dengan rapat

6.

Ditambahkan 150 ml etanol tadi kedalam alat soklet

Sebagai pelarut

Larutan berubah warna menjadi kuning keemasan

7.

Dimasukkan batu didih kedalam labu alas bulat dan dipasang setiap sambungan pada alat soklet

Untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan

Larutan berwarna kuning keemasan

8.

Dipasang thermometer dan dinyalakan air pada kondensor

Untuk melihat suhu tetap konstan

Larutan berwarna kuning keemasan

9.

Dinyalakan heating mantle dan dijaga temperature pada 75 C

Memulai proses ekstraksi

Larutan berwarna kuning keemasan

10.

Dilakukan proses ekstraksi secara kontinu selama 90 menit

Untuk pemisahan komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara penyarian secara berulang

1 siklus terjadi Ketika larutan penyari turun ke dalam labu alas bulat, warna larutan berwarna emas kecoklatan

 

Selama 90 menit terjadi 8 siklus

11.

Larutan dipindahkan kedalam gelas beker 250 ml dan ditambahkan 10 ml Pb asetat 0,1 M sambal diaduk hingga membentuk endapan

Ditambahkannya Pb asetat sebagai reagen dalam mempercepat reaksi

Larutan berwarna merah bata dan terdapat endapan

12.

Endapan yang terbentuk didasar gelas ditambahkan 10 ml asam sulfat 0,2 M

Sebagai katalis

Larutan berwarna coklat tua

13.

Disaring menggunakan penyaring buchner

Untuk menyaring larutan agar endapan tidak ikut dalam larutan

Terdapat filtrat berwarna coklat tua, dan ada endapan kuning diatas corong bucner

14.

Dipindahkan endapan kedalam gelas beker yang telah ditimbang

-

-

15.

Endapan tadi ditambahkan 5 ml etanol p.a lalu dan dipanaskan dalam panci penangas pada lemari asam

Agar terekstrak sempurna dalam pelarut etanol

Dan menguap hingga endapan kering

Larutan berwarna orange dan masih terdapat sedikit endapan

16.

Ditimbang endapan kering lalu dicatat masa nya

Untuk mengetahui massa endapan

Gelas beker kosong : 53,1497 gr

Berat endapan + gelas beker  : 53,3964 gr

Berat endapan : 53,3964 – 53,1497 = 0,2467 gr

17.

Lalu diuji titik lelehnya menggunakan MPA

Untuk mengetahui titik leleh endapan

Hasil titik lelehnya :189 C  Secara teori :183 C


VIII.    PEMBAHASAN
 
    Senyawa flavonoid adalah senyawa polifenol yang mempunyai 15 atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6 yaitu  Dua Cincin aromatik yang dihubungkan oleh 3 atom karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga.Flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan. 
    Dalam percobaan ini mengenai Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid) pertama-tama senyawa bahan alam yang digunakan adalah kunyit. Dimana, serbuk kunyit ditimbang sebanyak 5 gram. Lalu, serbuk kunyit yang telah ditimbang tadi dibungkus menggunakan kertas saring 10 x 10 cm dan diikat dengan benang perlakuan ini berfungsi sebagai penarikan komponen. Setelah itu dimasukkan dalam ekstraktor soklet, dan memasukkan 150 ml etanol kedalam gelas beker lalu ditutup rapat agar etanol tidak menguap. Hasilnya larutan etanol berwarna bening. Perlakuan selanjutnya adalah dimasukkan batu didih kedalam labu alas bulat dan dipasang setiap sambungan pada alat soklet. Fungsi batu didih disini adalah untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan pada saat itu larutan menjadi berwarna kuning keemasan. Perlakuan selanjutnya adalah dilakukan proses ekstraksi secara kontinu selama 90 menit. Fungsi dilakukannya ekstraksi disini adalah untuk pemisahan komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara penyarian secara berulang. Dengan 1 siklus terjadi Ketika larutan penyari turun ke dalam labu alas bulat, warna larutan berwarna emas kecoklatan. dalam ekstraksi ini berlangsung selama 90 menit terjadi 8 siklus.

    Setelah diekstraksi, larutan dipindahkan kedalam gelas beker 250 ml dan ditambahkan 10 ml Pb asetat 0,1 M sambal diaduk hingga membentuk endapan. Ditambahkannya Pb asetat sebagai reagen dalam mempercepat reaksi dimana larutan berwarna merah bata dan terdapat endapan. Lalu endapan  yang terbentuk didasar gelas ditambahkan 10 ml asam sulfat 0,2 M sebagai katalis dengan hasil larutan berwarna coklat tua. Barulah larutan tadi disaring menggunakan penyaring buchner. Fungsinya disini untuk menyaring larutan agar endapan tidak ikut dalam larutan. Hasilnya terdapat filtrat berwarna coklat tua, dan ada endapan kuning diatas corong bucner. Lalu dipindahkan endapan kedalam gelas beker yang telah ditimbang dan ditambahkan 5 ml etanol p.a lalu dan dipanaskan dalam panci penangas pada lemari asam agar terekstrak sempurna dalam pelarut etanol dan menguap hingga endapan kering. Dan hasilnya larutan berwarna orange dan masih terdapat sedikit endapan. Setelah mendapatkan endapan yang kerinh, ditimbang endapan kering itu lalu dicatat masa nya dengan berat endapan sebesar 0,2467 gr. Dan akhirnya diuji titik leleh nya menggunakan MPA dan hasil titik lelehnya :189 ◦C sedangkan secara teori :183 ◦C.

IX.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :
  1. Teknik teknik isolasi bahan alam khususnya flavonoid yaitu ekstraksi. ekstraksi yang dipakai adalah mas rasi yang menggunakan teknik ekstraksi dari sampel padat (simplisia) dengan menggunakan pelarut seperti etanol
  2. Sifat kimia flavonoid antara lain dapat larut pada pelarut seperti etanol maupun metanol (polar), bersifat asam hingga larut dalam bahasa dapat membuat warna spesifik (reaksi warna) dengan ekstraksi

X.    DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Bustanul. 2018. Bioaktivitas dan antioksidan flavonoid. Jurnal Zarah. Vol. 6 No. 1

Firman, 2001. Kimia Organik edisi II. Jakarta ; Bina Rupa Aksana

Istianti, putri. 2014. Isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid dari daun tumbuhan kerehau (Callicarpa Longifolia Lam). Jurnal Kimia Mulawarman, Vol. 11No.2

Mandasari, R. 2017. Kimia Organik Jilid I. Jakarta: Erlangga

Tim Penuntun Kimia Organik II. 2019. Penuntun Kimia Organik II.Jambi: Universitas Jambi.

 XI.    PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM

1. Apa tujuan ditambahkan PB asetat pada percobaan ini?
2. Mengapa asam sulfat yang digunakan sebagai katalis dalam percobaan ini?
3. Mengapa harus dilakukannya uji KLT setelah diisolasi senyawa flavonoid?

 

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Firda Oetary (021) akan mencoba menjawab permasalahan saudari no 1 , menurut saya penambahan PB asetat pada percobaan ini ialah sebagai katalis di mana tujuannya yaitu untuk mempercepat terjadinya reaksi.
    Terima kasih

    BalasHapus
  3. baiklah saya Dewi Mariana Elisabeth (029) akan menjawab permasalahan no 2
    menurut saya penggunaan asam sulfat sebagai katalis ialah karena uji flavonoid ini dilakukan pada suasana asam sehingga harus menggunakan katalis asam agar reaksi cepat berlangsung
    terimakasih

    BalasHapus
  4. saya nabilah zahrah (026) akan mencoba menjawab permasalahan lisa No. 3.pengujian KLT untuk menguji titik leleh endapan yang mana sesuai dengan teori atau tidak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Percobaan XI : Uji Karbohidrat

JURNAL PERCOBAAN X : ISOLASI SENYAWA P-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR (KAEMFERIAN GALAGAL L)